Pages

Saturday, 5 November 2016

Hidup dan Matiku Adalah KehendakNya

"Hidup dan Matiku Adalah KehendakNya"


“Dik, ayo makan. Ini Kakak suapin…” Suara lembutnya membuatku tersadar dari lamunanku. Aku tak menghiraukannya.
“Ayo makan. Nanti kamu sakit.” Bujuknya.
Aku menggelengkan kepalaku.
“Untuk apa, Kak. Itu percuma. Aku tak ingin makan. Hidupku takkan lama lagi. Untuk apa aku makan? Aku tak ingin makan! Aku… Hanya ingin… Menghitung sisa hari-hari terakhirku…” Tetesan air mata keluar perlahan dari kelopak mataku.
“Astagfirullah… Kamu jangan bicara begitu. Kamu tidak tahu nasibmu… Semua adalah kehendakNya Dik!” Nasehatnya setiap aku mengeluh atas penyakitku ini.
Ya, Aku mengidap penyakit jantung koroner. Lebih buruknya, Aku buta. Aku hanya tinggal menghitung hari-hari terakhirku. Dan, Aku juga tak ingin makan! Aku ingin hari yang kutunggu-tunggu datang dengan cepat. Aku tak ingin merasakan sakit ini begitu lama. Aku ingin MAUT menjemputku!
“Dik…” Kak Syifa memecahkan keheningan saat itu. Aku mengusapkan tanganku ke air mataku yang berhamburan.
“HIDUP dan MATImu tidak dapat kau ketahui. Semua kehendakNya. Janganlah pernah Kau berputus asa. Kau harus kuat. Apakah Kau tidak sedih meninggalkan Bunda dan Ayah? Sadar Fir, sadar!” Serunya.
Lagi-lagi, air mataku berhamburan. Aku tak bisa berkata apa-apa mendengar perkataan Kak Syifa, Kakak perempuan satu-satunya yang mengerti perasaanku.
“Ta… Ta… Tap.. I…” Ucapku dengan kesusahan. Entah mengapa dadaku terasa sesak.
“K… Ka… Kak…” Aku berusaha untuk menggenggam tangannya. Namun, Aku merasa ia semakin menjauh. Aku merasa, Ia pergi dariku. Kemana ia? Aku tak bisa melihatnya. Pandanganku gelap. Aku buta! Dadaku semakin sesak. “Asta… As… Astagfi… Rullah… Hal… Hal… Azziiiimm…”
“Astagfirullahh…!” Aku terbangun dari tidurku. Kupegang dadaku. Aku bukan pengidap penyakit jantung koroner! Aku tak buta! Itu hanya… Mimpi. Mimpi yang sangat bermanfaat untukku. Walau terasa sangat sakit, namun aku dapat menemukan makna mimpi itu. Aku tahu. HIDUP DAN MATIKU, ADALAH KEHENDAKNYA…
Hidup-mati seseorang tidak akan ada yang tahu…
-SEKIAN-
Semoga bermanfaat…
Cerpen Karangan: Hannisa Tsabitah Aura
Prinsip fotografi adalah mem fokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas (intensitas) cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Fotografi berasal dari 2 kata yaitu Photo yang berarti cahaya dan Graph yang berarti tulisan atau lukisan.
Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya.
Dalam seni rupa, fotografi adalah proses melukis dengan menggunakan cahaya.
Jadi dapat di katakan dalam fotografi jika tidak ada cahaya, berarti tidak ada foto yang bisa dibuat betul kan ?

dalam fotografi Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat dalam menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO / ASA (ISO Speed), Diafragma ( Aperture ), dan Kecepatan Rana ( shuter Speed ) . Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed selanjutnya disebut sebagai Eksposur (Exposure)
Dalam Fotografi sekarang ini dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO pada fotografi digital

Aksi Penjarakan Ahok di Banglades dan Australia



Konferensi Pers GNPF MUI Aksi 4 November 2016 di Indonesia

Beberapa hasil konferensi Pers GNPF MUI tadi siang terkait aksi damai 4/11,

1. Jokowi telah melakukan kebohongan tentang adanya kesepakatan antara Istana dengan peserta aksi. Yang ada pihak istana menawarkan pada peserta aksi yang akhirnya tawaran itu ditolak oleh peserta.

2. Polri telah melakukan kebohongan. Dengan memberi keterangan Polisi hanya menembakkan gas air mata saja. Tapi faktanya, Polisi bukan hanya menembakkan gas air mata tapi juga peluru karet dan sengaja menabrak peserta aksi dengan motor hingga ada yang tergilas. (Polisi bukan hanya ZHALIM tapi juga BIADAB!).

4. Jumlah massa peserta aksi ada sekitar 2 juta orang, aksi berjalan tertib dan damai.

5. Jika aksi damai kemarin ditunggangi partai atau aktor Politik, silahkan tunjuk saja siapa orang atau darimana partainya secara terang-terangan.

6. Dana yang terkumpul dari donasi ada 3.5 Miliar, bahkan dalam satu hari saja terkumpul 1 Miliar. Tidak hanya dari umat Islam Indonesia tapi juga umat Islam Indonesia di London, Malaysia, Kuwait, Qatar, dll.

7. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan pakar Hukum Tata Negara pak Margarito ikut dalam barisan longmarch.

8. Wakapolri membentak utusan GNPF MUI, Ustadz Bachtiar Nasir, bahkan sempat mengancamnya. (Astaghfirullah... dimana adabnya pada Ulama?? 😠😠😠)

9. TIDAK BENAR jika pak Syahrie meninggal karena asma tapi beliau meninggal karena GAS AIR MATA. Catat, GAS AIR MATA.

https://youtu.be/C8UE5w2Dtd4

Silahkan disebarkan seluas-luasnya untuk mengimbangi fitnah-fitnah yang banyak beredar di media.

Thursday, 16 October 2014

PEKERJA ANAK

       PEKERJA ANAK DI BAWAH UMUR

APA SIH PEKERJA ANAK ?
¢Pekerja anak adalah sebuah istilah untuk mempekerjakan anak kecil. Istilah pekerja anak dapat memiliki konotasi pengeksploitasian anak kecil atas tenaga mereka, dengan gaji yang tak menentu atau pertimbangan bagi perkembangan kepribadian mereka, keamanannya, kesehatan, dan prospek masa depan.
¢Di beberapa negara, hal ini dianggap tidak baik bila seorang anak di bawah umur tertentu, tidak termasuk pekerjaan rumah tangga dan pekerjaan sekolah. Seorang 'Atasan' dilarang untuk mempekerjakan anak di bawah umur, namun umum minimumnya tergantung dari peraturan negara tersebut.

¢Fenomena pekerja anak di Indonesia merupakan masalah serius karena mengancam kualitas kehidupan anak, hak-hak mereka dan masa depan mereka sekaligus masa depan bangsa. Oleh karena itulah pekerja anak merupakan salah satu kategori anak-anak yang perlu mendapat perlindungan khusus.

BENTUK PEKERJAAN YANG DIBOLEHKAN UNTUK ANAK.

      Pada prinsipnya anak tidak boleh bekerja,  dikecualikan untuk kondisi dan kepentingan tertentu anak diperbolehkan bekerja, sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Bentuk pekerjaan tersebut antara lain :
1.Pekerjaan Ringan
      Anak yang berusia 13 sampai dengan 15 tahun diperbolehkan melakukan pekerjaan ringan sepanjang tidak mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik,mental dan sosial 
2. Pekerjaan dalam rangka bagian kurikulum pendidikan atau pelatihan.
       Anak dapat melakukan pekerjaan yang merupakan bagian dari kurikulumpendidikan atau pelatihan yang disahkan oleh pejabat yang berwenang dengan ketentuan : Diberi petunjuk yang jelas tentang cara pelaksanaan pekerjaan serta mendapat bimbingan dan pengawasan dalam melaksanakn pekerjaan. Diberi perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja 
3. Pekerjaan untuk mengembangkan bakat dan minat.
       Anak perlu diberikan  kesempatan untuk menyalurkan bakat dan minatnya. pemerintah telah mengesahkan kebijakan berupa Kepmenakertrans No. Kep. 115/Men/VII/2004 tentang Perlindungan bagi Anak Yang Melakukan Pekerjaan Untuk Mengembangkan Bakat dan Minat.

PEKERJA ANAK DI INDONESIA DAN AKAR MASALAHNYA.
¢ Indonesia memang menjadi salah satu negara dengan jumlah pekerja anak terbanyak. Salah satu faktor yang paling utama banyaknya pekerja anak yakni masalah kemiskinan. Data pemerintah mencatat bahwa masih ada 28,6 juta jiwa penduduk Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinan dengan pendapatkan kurang dari satu dollar perhari.
¢ Faktor kemiskinan mendorong orang tua (secara langsung ataupun tidak) untuk memaksa anaknya bekerja, dibandingkan untuk bersekolah.
¢ Faktor bisaya pendidikan yang mahal .
¢ Faktor yang bersifat sekunder diantaranya anak yang prustasi karena orang tuanya bercerai, ataupun kekerasan yang dilakukan oleh orang tua, dan masih banyak faktor yang mendorong anak untuk keluar dari rumah dan bekerja disaat usianya masih kecil.

kriteria dari pekerjaan untuk mengembangkan 
bakat dan minat anak.
Dalam Kepmenakertrans No. Kep. 115/Men/VII/2004  dijelaskan bahwa 
pekerjaan untuk mengembangkan bakat dan minat, harus memenuhi kriteria :
a. Pekerjaan tersebut bisa dikerjakan anak sejak usia dini
b. Pekerjaan tersebut diminati anak
c. Pekerjaan tersebut berdasarkan kemampuan anak
d. Pekerjaan tersebut menambahkan kreativitas dan sesuai dengan dunia anak


Add caption



Pendidikan sebagai Solusi Atasi Masalah Pekerja Anak
¢ Untuk mengatasi permasalahan pekerja anak dan pekerja muda di Indonesia, peningkatan kualitas pendidikan sejak usia anak-anak akan menjadi sumbangan penting untuk menjamin hak-hak dalam memperoleh pekerjaan yang layak.
¢ Kemajuan dalam mencapai sasaran pendidikan dasar sembilan tahun, bahkan terdapat wacana untuk meningkatkan menjadi 12 tahun bagi semua anak merupakan langkah penting dalam menghapuskan pekerja anak,” ujar Van Rooij.



NASIHAT

NASIHAT AYAH



Kecewa dan marah. Itulah yang aku rasakan saat ini. Aku kecewa dengan keputusan yang telah ditetapkan. Dan aku marah karena keputusan itu bukanlah sesuatu yang aku inginkan.
Sekarang aku berada di ruang keluarga, duduk berhadapan dengan ayahku. Ayahku menatapku. Aku tahu arti tatapan itu. Itu adalah tatapan kekecewaan, kecewa melihat hasil ujianku. Kecewa melihat nilai ujian semesterku, nilai yang bisa membuat aku tidak lulus. Dan kecewa atas sikapku. Aku baru saja bercerita kepada ayah tentang penyebab rendahnya nilaiku.
Sebenarnya, nilai rendah bukanlah kemauanku. Aku mampu menyelesaikan soal-soal yang diberikan. Tetapi aku sengaja mengkosongkan lembaran jawabanku. Aku punya alasan melakukannya. Aku melakukannya karena tidak terima dengan keputusan kampus yang mengumumkan bahwa jurusan yang aku ambil, Matematika Umum S1 akan dialihkan ke Matemaatika D3 untuk guru. Ketetapan itu dibuat dengan alasan bahwa di Riau mengalami kekurangan tenaga pengajar. Aku tentu saja menolak keputusan itu. Teman-temanku yang juga menolak bahkan telah mantap ingin pindah jurusan.
Aku sebenarnya tidak ingin menjadi guru, karena aku tidak memiliki minat dengan profesi tersebut. Dan aku ingin mengikuti langkah teman-temanku untuk pundah jurusan. Tapi aku merasa terlalu tanggung, karena pada saat itu aku hendak ujian semester.
Dan sebagai wujud rasa kesalku, aku tidak menjawab soal-soal ujian. Itu adalah bentuk protesku. Bahkan aku telah mendapatkan beberapa kali panggilan dari dosen sebelum nilai ujian keluar, karena heran melihat nilai ujianku menurun drastis. Padahan aku termasuk salah satu mahasiswa yang menonjol dan aktif. Tetapi aku tidak menghiraukan panggilan itu hingga nilai ujianku keluar.
Dan disinilah aku sekarang. Di depan ayahku. Menanti tanggapan apa yang akan diberikannya padaku. Apakah ayah akan marah? Atau bahkan setelah ini dia tidak akan ambil peduli?
Sesaat kemudian, aku mendengar helaan nafas ayah. Terdengan berat. Kemudian ayah berkata, “untuk saat ini, jangan dipikirkan jadi apa kita nanti, tapi pikirkan ilmunya. Karena dengan ilmu yang kita dapatlah, bisa membawa kita ke arah yang kita inginkan. Berbeda dengan yang awal, kali ini aku mendengar nada suara ayah yang tenang.
Dan untuk sesaat aku tertegun. Memikirkan kata-kata yang baru saja keluar dari mulut ayah. Ayah benar. Selama ini aku belajar untuk mencari ilmu. Begitu bodohnya aku mensia-siakan ilmuku hanya karena keputusan kampus. Aku mengangkat wajahku yang sedari tadi tertunduk dan menatap ayah. “Aku mengerti ucapan ayah. Dan sekarang apa yang harus aku lakukan?”
“Mumpung masih ada waktu, pergilah temui dosenmu dan minta ujian perbaikan. Ayah yakin dosenmu akan menerimanya karena mereka tahu kamu bukanlah orang bodoh yang mau mensia-siakan nilaimu tanpa alasan yang jelas.
Aku mengiyakan perkataan ayah. Dan keesokan harinya, aku menemui dosenku untuk meminta ujian perbaikan. Dosenku juga sempat bertanya mengapa lembaran jawabanku kosong, lalu aku menceritakan alasanku. Dan ternyata tanggapan dosenku sama dengan ayahku. Agar aku terfokus pada ilmu yang aku dapat, bukan profesi apa yang akan aku jalani.
Aku mempunyai waktu seminggu untuk memperbaiki nilai-nilaiku. Dan seperti yang ayahku bilang, aku bukanlah orang bodoh. Aku mampu menyelesaikan semua soal ujian. Dan nilaiku yang keluar hampir semuanya A. Dan karena aku dikuasai kemarahan dan kekesalan, aku mengabaikan nilaiku dan lebih mengutamakan keinginanku.
Selanjutnya aku tetap pada jurusan yang aku ambil. Aku akan mencoba menjalaninya. Dan secara perlahan-lahan aku mulai menyukai Matematika D3 yang aku jalani. Itu karena sekarang aku mementingkan ilmu yang aku dapat, bukan lagi memikirkan profesi guru yang akan aku jalani setelah lulus dari kampus ini. Dan aku sadar dengan ilmu yang ada pada diriku, bisa membawaku kemanapun yang aku inginkan. Seperti yang telah dikatakan oleh ayahku.
Cerpen Karangan: Nizahsy Lubis

Wednesday, 15 October 2014

RENUNGAN KITA SEMUA

RENUNGAN IBADAH

Seseorang akan lebih terlihat cantik  /tampan dilihat dari keimanan  /ibadahnya .. Serta kebaikan hatinya .. 
Bukan hanya karena kecantikan / ketampananya (fisik) ... :)